Ternyata, Corona Diam-Diam Memberikan Pelajaran Baik Untuk Saya

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui“ (Q.S. Al-Baqarah:216)

Pantai Mornington (Foto koleksi penulis)

Sudah hampir memasuki bulan ketiga masa karantina; bekerja di rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah, bahkan belanja dan menonton pun dilakukan dari rumah. Sebagian dari kita sudah mulai misuh-misuh melihat saldo rekening yang makin melorot. Bahkan ada yang sudah kalang kabut di masa awal karantina, karena terpaksa di rumahkan oleh perusahaan yang sudah tidak memiliki pemasukan lantaran kebijakan dari pemerintah atas larangan berkumpul. Corona benar-benar membuat kita seperti melakukan setting ulang terhadap seluruh aspek kehidupan.

Sedih. Marah. Hampir putus asa. 

Saya juga mengalaminya. Meskipun masih diberikan rezeki untuk kehidupan sehari-hari, tapi tidak dipungkiri, beberapa pekerjaan lain yang biasa dikerjakan sebagai tambahan, terpaksa harus dilupakan dulu. Dan yang paling terasa, kebutuhan akan sosialisasi dan ngobrol yang hilang membuat saya sedikit murung. Rencana mengunjungi orangtua tertunda. Film-film yang sudah ditunggu-tunggu pun ditunda penayangannya.

Tapi belakangan saya berpikir, mengapa saya merasa semua seakan memenjara saya. Padahal, jika mau mengingat lagi ke belakang, ketika kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang belum dibatasi, saya seringkali asyik dengan ponsel sendiri. Pun ketika saya masih bebas keluar kota seenak udel, saya juga jarang mengunjungi orang tua. Lalu, saya pun seringkali lupa bersilaturahmi, sibuk dengan kehidupan saya sendiri. Dan yang terpenting, ketika masih diberi keluasan rezeki, saya lupa menyimpannya dengan baik, meski sedikit.

Manusia itu inherent lupa, mereka gak jahat. 

Saya diingatkan oleh pernyataan Karen Armstrong soal manusia yang amat pelupa ini dalam buku Muhammad The Prophet. Iya, saya, kita memang pelupa, tidak jahat. Kita sering tidak mengingat bahwa kesempatan yang diberikan Tuhan tidak bisa selamanya. Saya selalu berpikir, besok masih akan ada hari yang sama, masih ada kesempatan lagi. Padahal, waktu juga fana, bisa berlalu begitu saja tanpa kita sadari. Dan Corona, menginterupsi kesempatan yang kita miliki. Terlepas berasal dari mana virus tersebut, dan ada agenda apa dibaliknya, saya menanam dalam hati sebuah keyakinan bahwa kali ini Allah yang sedang mencoba mengingatkan kelalaian saya.

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui“ (Q.S. Al-Baqarah:216)

Iya, pelajaran memang tidak semuanya menyenangkan dan kita sukai. Saya yakin, bahkan Maudy Ayunda yang suka belajar pun memilki pelajaran yang tidak ia sukai dalam hidup. Apa sih yang bisa pasti diketahui oleh manusi di dunia ini kan? Ayat diatas mengingatkan saya lagi soal apa-apa yang saya rasa memenjara. Apakah ini benar penjara atau hanya waktu bagi saya mengistirahatkan batin. Berbincang lagi dengan diri sendiri, memperhatikan lagi orang lain dan menghargai kesempatan terkecil yang selama ini mungkin kita sia-siakan.

Mungkin kamu bisa berpikir seperti itu karena tidak sedang dihimpit kebutuhan hidup yang sulit! Iya, betul. Saya memang tidak bisa memposisikan diri saya benar-benar berada di posisi orang lain. Karena memang tidak ada seorangpun yang bisa. Saya hanya sedang memaknai karantina ini bagi saya sendiri. Sebuah pemenerimaan. Mencoba berdamai dengan hal-hal yang saya tidak sukai, padahal mungkin Allah telah siapkan sesuatu yang baik bagi saya.

Allah sesuai dengan prasangka hambanya , kan? Semoga kita masih sepakat soal ini. Kalau tidak, ya tak mengapa. Semoga kamu bisa segera berdamai dengan situasi hari ini ya. Doa saya selalu melangit untuk banyak kebaikan, untuk saya, bumi dan kita. 

Published by

Nissadianty

BookWorm | TalkAtive | Love Photography | FamilyGirl | KnowledgeAddict | TravellingFreak

One thought on “Ternyata, Corona Diam-Diam Memberikan Pelajaran Baik Untuk Saya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s