#3 Melbourne: Disini Grafiti Menjadi Obyek Wisata Dunia (30 Things About Melbourne)

Grafiti sering dipandang sebagai sesuatu yang mengganggu. Coretan sana sini di dinding kota, dinding stasiun, sekolah dan tempat umum lainnya, acap kali dinilai sebagai bentuk vandalisme. Tidak banyak orang yang suka. Karena sebagian grafiti berisi kata-kata umpatan atau gambar-gambar yang tidak patut. Namun hal berbeda terjadi di Melbourne, Grafiti justru menjadi salah satu tujuan wisata bagi penduduk lokal maupun asing. Tidak tanggung-tanggung, bahkan pemerintah tata kota Melbourne memiliki aturan khusus untuk mengatur perihal seni jalanan ini.

Berikut salah satu video liputan Lonely Planet mengenai seni jalanan ini:

 Cikal Bakal…

Pemerintah tata kota Melbourne telah melakukan penelitian dan konsultasi pada masyarakat tentang seni jalanan ini. Hasilnya sesuai dugaan, bahwa sebagian besar masyarakat tidak menyukai grafiti yang sifatnya ‘menandai tembok dengan tulisan tidak patut’. Namun sebagian lainnya menghargai seniman jalanan yang memang menghasilkan gambar yang bagus dan lebih nyaman di pandang mata.

Berangkat dari hasil jajak pendapat tersebut, pemerintah Melbourne memberlakukan dua hal:

1. Menghapus grafiti yang tidak diinginkan karena dibuat tanpa izin

2. Seni jalanan diberi ruang khusus pada dinding dan infrastruktur berizin dari pemilik properti.

Kota Melbourne mengakui pentingnya seni jalanan dalam kontribusi meningkatkan semangat budaya urban. Hingga hari ini, seni jalanan Melbourne dikenal secara internasional dan menjadi daya tarik bagi pengunjung lokal dan luar negeri yang ingin merasakan suasana kreatif ala Melbourne.

Yang Luput Dari Pandangan…

Ya, Melbourne diibaratkan cawan tempat meleburnya seni, kelas dan gaya. Tidak akan pernah cukup dengan hanya mengunjungi tujuan wisata utama. Melbourne yang sejatinya, justru bersembunyi diantara celah gedung tinggi, terselip dibalik bangunan mall besar, atau di gang sempit yang mungkin luput dari daftar kunjung wisatawan. Ada sekurang 64 jalan dan gang yang bisa menjadi alternatif ‘melarikan diri’ dari daftar kunjung yang biasa. Berikut ini ulasan 6 lokasi yang paling terkenal.

1. Hosier Lane
Hosier Lane  (Foto Koleksi Penulis)
Hosier Lane
(Foto Koleksi Penulis)

Hosier Lane berlokasi tepat di depan ACMI Dreamworks Studio di Federation Square. Sebrangi jalan tepat di depan ACMI studio, lalu perhatikan jalan kecil di sebelah restoran Portugis, Nando’s, itulah Hosier Lane. Jalan kecil berliku bermaterial bluestone  ini menjadi salah satu ikon seni jalanan Melbourne. Pertama, karena akses mudah menuju kesini dan kedua, Hosier Lane memiliki liku gedung yang lebih kompleks dan banyak. Hosier Lane juga menjadi lokasi andalan foto wedding dengan tema urban.

2. Union Lane
Union Lane (Foto Koleksi Penulis)
Union Lane
(Foto Koleksi Penulis)

Berlokasi di antara Little Collins dan Bourke Street, Union Lane menjadi salah satu daya tarik di jantung kota Melbourne. Seni jalanan ini diselesaikan pada tahun 2008 oleh calon seniman muda dengan mentor profesional mereka. Kolaborasi keduanya merupakan bagian dari Proyek Mentoring Graffiti Melbourne. Namun seiring berjalannya waktu, tangan-tangan nakal kembali membuat grafiti ilegal di kawasan ini. Akhirnya, tiga tahun kemudian pada tahun 2010, dewan kota mengundang 70 orang seniman untuk mendekorasi ulang Union Lane.

3. Yarra Place
Yarra Place (Foto: Google)
Yarra Place
(Foto: Google)

Terkenal dengan St. Ali Cafe, Yarra place menjadi tujuan wisata yang atraktif di Melbourne. Berbeda dengan Hosier Lane dan Union Lane, Yarra Place bukan gang-gang sempit, namun seni bertebaran di dinding kafe, rumah dan jalanan yang luas. Yarra Place adalah rumah bagi seniman jalanan.

4. ACDC Street
ACDC Street  (Foto: Google)
ACDC Street
(Foto: Google)

Sebelumnya bernama Corparation Lane, namanya diubah menjadi ACDC Lane pada tanggal 1 Oktober 2004 untuk menghormati band rock Australia yang terkenal di dunia. Namun sayangnya, jalan ini agak sedikti terbengkalai dengan banyaknya robekan poster menempel di dinding dan cat yang mulai memudar. Namun, tetap layak untuk dikunjungi.

5. Laneway off Duke Street
Duke Street Alley (Foto Koleksi Penulsi)
Duke Street Alley
(Foto Koleksi Penulis)

Berlokasi di jantung industri Abbotsford dan berdekatan dengan Veneziano Pour Café pertama di Melbourne akan menyuguhkan wisatawan perpaduan kelezatan dan keindahan seni jalanan dalam waktu yang sama.

 

Nah, sudah siap untuk ‘melarikan diri’ dari daftar kunjung wisatawan yang itu-itu saja? Selamat berpetualang ya 🙂

 

Published by

Nissadianty

BookWorm | TalkAtive | Love Photography | FamilyGirl | KnowledgeAddict | TravellingFreak

3 thoughts on “#3 Melbourne: Disini Grafiti Menjadi Obyek Wisata Dunia (30 Things About Melbourne)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s